Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktek yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual
Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin ditahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk “membandingkan”, “bersebelahan” (para) dan memperlihatkan (deik)
sumber : mbah wikie…

BAGAIMANA PERMASALAHAN PERBEDAAN PARADIGMA TIDAK MUNCUL
LIHATLAH GAMBAR DI ATAS..
1. SIAPA YANG SETUJU DENGAN PENDAPAT BAHWA SETIAP MANUSIA ITU SAMA..??
2. SIAPA YANG SETUJU DENGAN PENDAPAT BAHWA SETIAP MANUSIA ITU BERBEDA..??
3. SIAPA YANG SETUJU DENGAN PENDAPAT BAHWA SETIAP MANUSIA ITU ADA YANG SAMA DAN ADA YANG BEDA..??
Penyataan diatas sekiranya dapat di jadikan acuan bahwa beda belum tentu salah… dan sama belum tentu benar..Menurut ku sesuatu anjuran/perkataan/nasihat yang tak nyata adalah bulshit ( omong kosong ) . PARADIGMA JANGAN di JADIKAN ACUAN untuk memusuhi… TApi melengkapi dan membenarkan.. mana yang salah dan mana yang benar.. bukankah enaknya begitu…??
Kadang pula manusia tidak terima dengan sesuatu PARADIGMA yang di salahkan. maka itulah racun dalam dunia yang mengotori HATI karena tak mau berbesar hati menyatakan apa yang selama ini aku prinsipkan adalah salah. yah.. tapi mau apa lagi orang lain g bisa melarang.. anggap saja itu hadiah terindah. suatu saat ada karena salahnya adalah hikmah. hingga kita dapat menerima hadiah darinya adalah berkah.
sedikit perasaan dari saya..
- semoga kita semua terlindung dari segala sesuatu yang menyesatkan kita.
- semoga kita semua selamat dari apa yang seharusnya tidak kita kehendaki terjadi pada diri
- semoga …
Assalamualaikum HA!
Yeah!
Paradigma!
Masing-masing kita punya peng-Alam-an.
Pengalaman itu membentuk paradigma kita pd suatu.
Begitulah makanya kita bisa setuju pd suatu beda/sama.
Dengan paradigma dari tubuh,
Kita hanya butuh pd benar/salah, ada/takada.
Dengan indra rohani semuanya itu bisa-bisa saja.
Tapi dengan jiwa kita ini loh,
Sering bimbang pro ke mana
Dan apa keutamaannya
Saat ini saat nanti.
Salam Damai!
Paradigma itu dari pengalaman juga yah ? Kalo pengalamannya buruk memang bisa jadi muncul stigma tertentu. Kalo kebetulan kita diapusi sama 10 orang baju merah. Jangan ntar bisa kita simpulkan bahwa yang bajunya merah itu tukang tipu. Itulah kesimpulan dari pengalaman
@ maren… Kata katamu g asik.. Maksudnya hampir sama dgn artikelnya.. Mana beda mu yg musti gede?..Apa aq yg g mudeng ya..? Ach kau ini.. Oh iya.. Kmu mengagumi teknik tremolo kan? Jelaskan d blog mu.. Biar aku mudeng.. Itu kan teknik gitar.. Kan..? Salam damai..
Nah,,,,,,,kang EmKa (Lambang bilang).
Jelaskan itu bro, postkan artikel baru.
Jangan melulu cari pangan, pingin juga perlu.
Salam pingin
@ lovepassword.. . Pengalaman? .. Klo gitu bayi laki yang ketemu ibunya tiap hari bisa jadi cewek dong.. Pandanganku saja.. Saya merasa bahwa paradigma hanya pandangan tiap orang.. Bukan gejala kehidupan.. Mungkin… Salam gratisan bro…
Jawabanmu sungguh antik, aku sampai geli sendiri malah terbayang bayi laki2 beneran berubah. Hi Hi Hi
@ lovepassword.. Maaf jika bahasaku membingungkan.. Setuju pada satu pendapat memang g mungkin.. Terlalu banyak pendapat yg sama pun bukan berarti benar.. Saya menghargai pendapat masing2.. Tapi klo masih terjawab kenapa g d kemukakan.. Kan gtu? Ayow diskusi lg .. Semoga kataku masih nyambung… Salam piss…
Faktanya :
Pertama, setiap orang memiliki paradigma masing-masing, dimana tidak ada yang persis sama. Ada perbedaannya tapi ada juga persamaannya.
Kedua, pembelajaran memberikan sumbangan cukup berarti pada kesamaan paradigma
Ketiga, komunikasilah yang membuat perbedaan dan persamaan itu terungkap
Keempat, jadi kalau ada orang yang merasa BENAR SENDIRI tanpa mau berkomunikasi dengan berbagai paradigma … PATUT DIPERTANYAKAN KEBENARAN PARADIGMANYA tersebut …
Kelima, KOMUNIKASI, DISKUSI dan LEARNING akan mengangkat spiral milleu seorang manusia … Agar tidak ber paradigma … Layaknya KATAK dalam TEMPURUNG …
He … He … He …
Selamat ya Kang HA dengan BLOG-nya … Maintain dengan JUJUR dan apa adanya … Suwun
@kang hari
jawab:
bukankah setiap ilmuwan pasti memiliki pandangan dulu tentang apa yang akan di lakukannya…. bukankah itu paradigma kang…
untuk :
Kelima, KOMUNIKASI, DISKUSI dan LEARNING akan mengangkat spiral milleu seorang manusia … “Agar tidak ber paradigma” …
Tentang pandangan,
Aku pernah lihat satu gambar sketsa permpuan.
Jelas sekali bahwa gambar itu wanita, tak ragu.
Tapi mengenai umur wanita itu bisa beda jauh.
Dipandang dari hidungnya wanita itu berusia 70-an
Dipandang dari dagunya wanita itu umur 20-an.
Beda jauh, padahal gambarnya sama.
Mungkin teman2 ada yg tau gbr sketsa itu.
Anehnya, kedua-duanya benar!
Salam Damai!
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
@Maren Kitatau
Ya…. dari pandangan “mata” wanita pada sketsa itu terlihat “dia memandangku”, yang di sebelah kamu berkata “tidak…!! dia melihatku, lihatlah arahnya matanya “.. mana yang benar..????Hmmm….
bukan aneh kalau kedua2 nya benar / salah…..
bukan aneh pula kalau ada yang berkata ” pandangannya kosong…” kan…
Just “Paradigma”….!! bukankah gampang dan
membingungkan…
salam damai!
Konon sifat lukisan Mona Lisa yg asli spt itu.
Pantesan penciptanya sayang banget pd Mona itu.
Seandainya Mona melotot mungkin dia udah robek.
Salam Paradigma!
Wah! Kapan pula aku pernah berkata:
“Maren Kitatau Berkata: Komentar anda sedang menunggu moderasi.”
maaf kang, saya baru belajar….
gimana ya setting supaya g perlu moderasi..???
trus gimana pula supaya bisa keluar “read me more”
minta ilmunya…
Berikut tip dari Bung Lambang, boleh coba:
http://tertiga.wordpress.com/2009/05/22/tertiga-2/#comment-312
Agar comments tidak di-moderate, pakai menu Setting -> Discussion -> terus ubah setting berikut ini:
Default article settings:
Comment author must fill out name and e-mail: Yes
Users must be registered and logged in to comment: No
Other comment settings:
Enable threaded (nested) comments 3 levels deep
Before a comments appears:
An administrator must always approve the comment: No
Comment author must have a previously approved comment: No
Subscribe to comments:
Don’t allow visitors to subscribe to the comments made on this blog: No
Lambang – Mei 23, 2009 at 19:19 e
Salam Coba!
Gambar yang disampaikan Lae MK itu sepertinya ada di buku Seven Habit-nya Stephen Covey ? Benar nggak ya Lae ?
He … He … He …
Butul, Kang Hari!
Udah ku Print Screen.
Tapi tak tau cara nempelinya di sini.
Pls dong ah, Kang!
Salam Damai!
@ mas password
mas kan suka pasword …tlg kasi tau cara nya jebol pasword winrar g mana?
penting nih…… yang cepet jangan yang lama………